Ferry Ardiansyah
066ff&lightcolor=0xffffff&logo=http://www.indowebster.com/images/idws.png&autostart=true&usefullscreen=false&s howeq=false&volume=60"type="application/x-shockwave-flash"pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" menu="false"allowfullscreen="false" scale="noborder" quality="low">


Follow Twitter Saya...

>>>Follow Disini<<<<
Add Facebook Saya...

>>>ADD Disini<<<<
Add Friendster Saya...

>>>ADD Disini<<<<
ALL ABouT LiFe...!!??: DiKiranya MushoLah, KaLi..

Minggu, 11 Mei 2008

DiKiranya MushoLah, KaLi..

Kejadiannya waktu lift atau elevator masih merupakan benda yang langkah dan jarang kita temui. Pengalaman ini terjadi saat nyokap gue masih kecil, waktu itu gedung Sarinah Thamrin baru berdiri dengan megahnya sebagai salah satu bangunan modern di Jakarta. Sebagai orang biasa yang penasaran ingin tahu bagaimana rasanya masuk gedung bertingkat yang megah, kakek gue saat itu berinisiatif mengajak semua keluarga buat jalan-jalan refreshing masuk ke gedung Sarinah. Bersama nenek, nyokap gue dan mponya, mereka berempat berangkat menelusuri jalan menuju Thamrin melalui Kebon Kacang.

Sesampai di sana, betapa takjubnya mereka melihat kemegahan gedung sarinah. Banyak hal-hal baru yang mereka temui di sana yang membuat kagum pada masa itu. Yang paling dikagumi saat itu adalah lift atau elevator, dan mereka berniat untuk mencobanya…..

Sesampai ditempat yang dimaksud, kakek gue segera membawa keluarganya masuk lift, mencoba bagaimana rasanya naik lift. Lift bergerak naik. Satu persatu orang keluar begitu tiba di lantai yang mereka tuju. Hingga tinggal nyokap sekeluarga menuju lantai paling atas. Begitu pintu lift terbuka kakek mengajak mereka keluar. Ketika keluar, ada perasaan bingung dialami nenek gue yang celingak-celinguk mencari sesuatu ke arah lantai. Nyokap gue bertanya,"Nyari apaan, ma?". Nenek gue dalam keadaan masih bingung menjawab, "Sendal emak! Siape yang ambil, ye!?". "Lho emangnya sendalnya emak kemanain?" Nyokap gue dan Mponya ikut bingung. Nenek gue dengan lugunya menjawab, "Tadi sendalnye emak buka pas depan pintu lift, soalnye karpet di dalem lift bersih banget, sendal emak kan kotor". Mendengar itu nyokap gue dan mponya tertawa terpingkal-pingkal. Kakek gue ikut tertawa…. Dikiranya masuk ke Musholah, kali…

Tidak ada komentar: